MONITORING DAN EVALUASI UMKM KLASTER FEDEP KAB. PEMALANG MONITORING DAN EVALUASI UMKM KLASTER FEDEP KAB. PEMALANG
Maksud dan Tujuan dari Monitoring dan Evaluasi ke UMKM Anggota Klaster FEDEP Kabupaten Pemalang : 1. Melakukan monitoring di lapangan terhadap pelaksanaan kegiatan UMKM... MONITORING DAN EVALUASI UMKM KLASTER FEDEP KAB. PEMALANG

Maksud dan Tujuan dari Monitoring dan Evaluasi ke UMKM Anggota Klaster FEDEP Kabupaten Pemalang :

1. Melakukan monitoring di lapangan terhadap pelaksanaan kegiatan UMKM anggota Klaster di FEDEP Kabupaten Pemalang;
2. Untuk mengetahui masalah-masalah / hambatan yang dihadapi pelaku usaha
UMKM anggota Klaster FEDEP Kabupaten Pemalang;
3. Melakukan perbaikan atau pemecahan masalah yang terjadi di lapangan agar
UMKM anggota Klaster FEDEP Kabupaten Pemalang dapat lebih berkembang.
4. Menghimpun data atau informasi yang diperlukan untuk melakukan evaluasi.

 

Kopi Gurilang Desa Batursari Kecamatan Pulosari

Petani kopi di Kecamatan Pulosari saat ini sudah mulai berkembang, jumlah petani kopi di Desa Batursari mencapai 86 orang. Dari 86 orang tersebut memiliki lahan kebun kopi rata-rata 2.000 meter persegi per orang, produksi kopi setiap bulan bisa mencapai 7-8 Kwintal per petani dan untuk memenuhi kebutuhan modal para petani sudah tergabung menjadi anggota koperasi.
Produksi kopi Pulosari di Desa Batursari ada dua jenis yaitu robusta dan arabika, kedua jenis kopi tersebut dijual dan dipasarkan dalam bentuk biji (green bean dan roasted bean) dan olahan kopi (kemasan bubuk kopi). Penjualan dan pemasaran dalam bentuk biji kopi Desa Batursari sudah ke berbagai daerah seperti Jakarta, Jogjakarta, Semarang dan Purwokerto biasanya pesanan dari kafe-kafe, sedangkan kopi dalam bentuk kemasan bubuk kopi baru dipasarkan di Kabupaten Pemalang saja.
Petani kopi di Pulosari sudah memiliki merk dagang diantaranya Gurilang, Kopaja dan lain sebagainya. Upaya yang dilakukan dalam rangka pengembangan kopi antara lain melaksanakan MoU dengan pihak Perhutani dalam penanaman kopi dan pemasaran kopi melalui pameran-pameran.
Permasalahan yang dihadapi antara lain belum bisa memenuhi kebutuhan pasar yang cukup banyak, belum memiliki hak paten merk, belum memiliki sertifikat halal dan masih terbatasnya mesin untuk memproduksi kopi.

 

Olahan buah nanas madu “VITANAS”

Faniarsih merupakan produsen olahan Nanas Madu di Desa Sikasur Kecamatan Belik yang sudah berkembang cukup bagus, berbagai produk telah dihasilkan seperti Vitanas, Coktail Nanas, Dodol Nanas, Kerupuk Nanas, Stik Nanas dan lainnya, bahkan sekarang juga sudah memproduksi coktail Mangga Istana. Penjualan produk olahan nanas dan olahan mangga telah dipasarkan ke berbagai kota di Jawa dan luar Jawa, demikian pula dengan pemasarannya dilaksanakan melalui pameran, toko dan lainnya.
Permasalahan yang dihadapi adalah mengingat Vitanas dan Coktail merupakan produk yang mengandung air dan cukup berat, maka tidak mudah untuk mengirim ke berbagai daerah yang cukup jauh hanya dengan di kemas di dalam kardus karena beresiko pecah, harus di kemas menggunakan peti dari bahan kayu sehingga memerlukan biaya besar. Disamaping itu resiko pengiriman yang tidak diketahui alamatnya karena di pesan melalui online sehingga barang tidak sampai ke konsumen dan kembali ke produsen dengan resiko kerugian.
Harapannya bahwa produk Vitanas bisa berkembang di daerah sendiri dan daerah tetangga dengan membeli produk hasil sendiri melalui berbagai event atau kegiatan di instansi di Kabupaten Pemalang seperti untuk makan, minum dan snack untuk rapat dan kegiatan-kegiatan.

 

Saran dan Tindak Lanjut dari Monitoring dan Evaluasi:

1. Salam rangka pengembangan lahan tanaman kopi agar petani yang belum melaksanakan Mou dengan pihak Perhutani untuk dapat segera melaksanakan Mou yang dimaksud seperti yang telah dilaksanakan desa-desa lainnya yang sudah ada Mou dengan pihak Perhutani;
2. Agar segera diusulkan hak paten merk dan sertifikat halal melalui dinas terkait;
3. Agar segera mengusulkan kebutuhan sarana dan prasarana produksi kopi kepada dinas terkait, dinas vertikal dan atau pihak swasta.
4. Agar Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam rapat-rapat atau kegiatan-kegiatan dalam memberikan snack, makan dan minum menggunakan produk-produk dari UMKM Kabupaten Pemalang.

 

IMG_0002 IMG_0003 IMG_0015 IMG_0026 IMG_0030 IMG_0031 IMG_0035 IMG_0037 IMG_0049 IMG_0053 IMG_0070 IMG_0071 IMG_0072 IMG_0073 IMG_0078

Administrator

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *