Baperlitbang Provinsi Jawa Tengah Kunjungan Ke STA (Stasiun Terminal Agropolitan) Desa Gombong, Kecamatan Belik Baperlitbang Provinsi Jawa Tengah Kunjungan Ke STA (Stasiun Terminal Agropolitan) Desa Gombong, Kecamatan Belik
Desa Gombong Kecamatan Belik sejak sekitar Tahun 2002 telah dikembangkan sebagai kawasan Agropolitan, bahkan secara umum sering dianggap sebagai pusat dari Kawasan Agropolitan Waliksarimadu.... Baperlitbang Provinsi Jawa Tengah Kunjungan Ke STA (Stasiun Terminal Agropolitan) Desa Gombong, Kecamatan Belik

7

Desa Gombong Kecamatan Belik sejak sekitar Tahun 2002 telah dikembangkan sebagai kawasan Agropolitan, bahkan secara umum sering dianggap sebagai pusat dari Kawasan Agropolitan Waliksarimadu. Berbagai komoditas pertanian dikembangkan di Desa Gombong antara lain: cabe, tomat, kol, paprica, strawbery, bawang teropong, kentang, wortel, nanas, dll. Namun pada kenyataannya tidak semua komoditi tersebut bisa dikembangkan, hanya beberapa komoditi saja yang dianggap menguntungkan dan bisa dikembangkan di kawasan ini.

Salah satu Komoditi yang menjadi unggulan dikawasan ini adalah Cabe, dimana pada perkembangannya komoditi cabe hasil pertanian Gombong, sudah dipasok dan dikirim ke PT. Indofood, Abc, dan Separindo sebagai salah satu bahan baku utama untuk saos dari produk Indofood dan Abc.

Saat ini komoditas unggulan di Desa Gombong dan sekitarnya adalah cabe, dengan kapasitas produksi mencapai 400 ton/ per musim, dengan luasan lahan 110 Hektar yang digarap 6 kelompok Tani. Pengembangannya telah menjalin kerjasama dengan PT. Indofood dan PT. Separindo, dengan menggunakan sistem harga standar yang telah disepakati sebesar Rp. 8.000,-/kg , Jika harga pasar lebih rendah dari kesepakatan, maka petani akan tetap dibayar dengan harga standar. Akan tetapi kalau harga pasaran lebih tinggi dari harga standar maka petani akan memperoleh harga standar ditambah biaya komparasi yang dihitung dengan rumus tertentu yang telah disepakati bersama.

9

Sehubungan dengan luasan lahan di Desa Gombong hanya dapat ditanami cabe satu kali musim tanam, maka untuk memenuhi kebutuhan komoditas diluar musim dikembangkan kemitraan dengan mengelola lahan didaerah Temanggung yang mencapai 25 Hektar.

Kunjungan Baperlitbang Provinsi merupakan survey kegiatan STA Gombong yang telah berjalan, kemudian juga melihat kondisi fisik dari insfrastruktur Pendukung kegiatan STA Gombong, Data yang diminta bagaimana sirkulasi kegiatan ekonomi petani yang dikelola oleh STA Gombong, seperti Omset pada Tahun 2014 mencapai 49 M, dan mengalami penurunan cukup drastis di Tahun 2015 yang omset hanya 9 M, ada kenaikan kembali dari kurun waktu 4 tahun dari tahun 2019 yang sekarang ini mencapai 18 M Penurunan dan Kenaikan omset hampir sebagian besar dikarenakan faktor alam dan fluktuasi harga yang sulit diprediksi.

8

 

editor : IG / Elman Prasetyo

Administrator

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *