Monev Klaster Pertanian ; Tilik Produk Kopi Pulosari Gandeng Kompak & Negeri Kebun Kopi Nusantara Monev Klaster Pertanian ; Tilik Produk Kopi Pulosari Gandeng Kompak & Negeri Kebun Kopi Nusantara
Kabupaten Pemalang menjadi salah satu daerah yang juga terus optimis dalam mengembangkan sektor produk unggulan khususnya setra kopi yang di fokuskan di Kecamatan Pulosari,... Monev Klaster Pertanian ; Tilik Produk Kopi Pulosari Gandeng Kompak & Negeri Kebun Kopi Nusantara

1

Kabupaten Pemalang menjadi salah satu daerah yang juga terus optimis dalam mengembangkan sektor produk unggulan khususnya setra kopi yang di fokuskan di Kecamatan Pulosari, Potensi Agro Pemalang dari sisi Selatan sangat layak untuk terus dikembangkan agar menjadi salah satu produk unggulan Pemalang, Potensi Agro tersebut terus diinovasi oleh masyarakat lokal agar menjadi salah satu daya tarik wisata agro, atau lebih dikenal agrowisata.

Potensi Kopi di Kecamatan Pulosari didukung oleh geliat aktif petani lokal yang dengan penuh semangat mendukung kebijakan yang dilakukan Pemda terkait Pengembangan Kopi di Wilayah Kecamatan Pulosari, terbukti dengan mulai tumbuhnya Kelompok Kelopok Petani Kopi (Gapoktan) yang saat ada 7 Kelompok di Kecamatan Pulosari.

Kelompok Petani Kopi (Gapoktan) di Kecamatan Pulosari telah berhasi mengembangkan berbagai varian jenis kopi salah satunya arabika, jenis jenis varian kopi kemudian muncul menjadi berbagai produk kopi lokal yang dikemas apik dengan brand merk yang juga sudah mulai dipasarkan di pasar pasar lokal ataupun nasional. Ada 7 merk Kopi di Pulosari diantaranya ada Merk Tugu Juang, Kopi Lanang, Kopi Gurilang, dll.

Kapasitas Produksi Kopi Di Pulasri dalam satu tahun per kelompok bisa menghasilkan 200 Ton Biji Kopi, yang kemudian dari semuanya itu ada yang diolah menjadi berbagai merk kopi, dan juga ada yang dijual dalam bentuk olahan biji.

Salah satu yang menjadi permasalahan pada Kopi Pemalang ini adalah kurangnya fasilitas Rumah Produksi Pengolahan Kopi, saat ini bisa dijumpai hanya terdapat 1 rumah produksi pengolahan kopi yang terletak di Desa Gunung Sari dengan Kapasitas Pengolahan yang minim hanya 50 Ton / Tahun, tidak sebanding dengan kapasitas panen yang dihasilkan oleh seluruh Kelompok Petani Kopi secara keseluruhan.

Selanjutnya juga pengaruh dari kapasitas pengolahan rumah produksi yang terbatas belum mampu menampung hasil panen Kopi secara keseluruhan membuat dampak pada penurunan Harga Kopi, karena Petani lebih memilih menjual langsung dalam bentuk buah kopi yang masih dipohon ke Tengkulak. Padahal kalau dijual sudah melalui Proses Pengolahan dalam bentuk biji kopi matang harga bisa mencapai 3 kali lipat.

Permasalahan yang timbul ini merupakan satu hal yang belum terselesaikan disaat pertumbuhan petani kopi dan luasan kopi terus berkembang. Terkait Market Kopi Pemalang, sudah bukan hal sulit karena Kopi Pemalang merupakan Kopi yang memiliki ciri khas rasa yang berbeda dengan kopi laiinnya (testimoni dari pelanggan kopi pulosari), sehingga pelanggan kopi mendatangi langsung ke Petani Petani Lokal.

KOMPAK & NKK ( Negeri Kebun Kopi ) Nusantara ; meninjau dalam kunjungan ini salah satunya penawaran untuk pembelian Kopi Pulosari. Akses yang dibangun ini sebagai bentuk bagaimana meningkatkan nilai jual kopi pilosari ini, karena NKK berani membeli Kopi Pulosari Petik Pohon dengan harga dua kali lipat lebih tinggi dari harga tengkulak lokal yang biasa membeli.

Akses Pasar yang kemudian coba kami bangun dengan NKK ini juga mendapat satu masalah dimana Kapasitas kopi yang diminta NKK tidak bisa dipenuhi, salah satu masalahnya adalah belum satu pahamnya pemasaran satu pintu, sehingga masing masing kelompok sudah punya market sendiri (market sendiri ini yang sering dimanfaatkan tengkulak lokal menekan harga kopi pulosari menjadi lebih murah).

Ada harapan Kebutuhan Kapasitas Kopi yang diminta NKK ini bisa dipenuhi , ketika 7 kelompok Gapoktan Kopi ini bisa satu pemahaman untuk mmembangun satu pintu keluar pemasaran Kopi Pulosari, sehingga mharga Kopi Pulosari bisa memiliki nilai jual tinggi, tentunya juga diimbangi dengan pola kebutuhan rumah produksi pengolahan yang besar harapan bisa dibantu oleh Pemda.

Terakhir ; bagaimana kami mengupayakan inovasi kegiatan yang bisa meningkatkan tambahan bagi petani kopi salah satunya menyusun kemasan Paket Wisata Kebon Kopi.

 

Editor : IG/ElmanPrasetyo

 

Administrator

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *