Klaster Pertanian FEDEP || Kunjungi Industri Sapu Glagah di Desa Majalangu, Kec.Watulumpul Klaster Pertanian FEDEP || Kunjungi Industri Sapu Glagah di Desa Majalangu, Kec.Watulumpul
Ket.foto : Kades Desa Majalangu Kabupaten Pemalang memiliki banyak potensi lokal yang sudah berkembang cukup bagus dan dikenal diluar Kab/Kota lain ; Pertanian, perikanan,... Klaster Pertanian FEDEP || Kunjungi Industri Sapu Glagah di Desa Majalangu, Kec.Watulumpul

Kades Majalangu


Ket.foto : Kades Desa Majalangu

Kabupaten Pemalang memiliki banyak potensi lokal yang sudah berkembang cukup bagus dan dikenal diluar Kab/Kota lain ; Pertanian, perikanan, Perkebunan, produk umkm olahan, produk ekraf dll. Perkebunan kita mengenal Sapu Glagah, yang ini banyak yang industri tersebut sudah menembus pasar ekspor kebeberapa negara di asia, juga pemasaran nya meluas merambah ke berbagai kota.

Desa Majalangu terletak di wilayah Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, memiliki geografis wilayah yang sebagaian sekitarnya adalah perkebunan yang banyak ditumbuhi rumput glagah, yang kita tau sebagai bahan utama pembuatan produk Sapu Glagah. Sapu Glagah sudah menjadi industri Rumahan yang ada di Desa Majalangu, hampir setiap rumah yang ada di Dusun Kalianyur masyarakatnya berprofesi sebagai pengrajin sapu glagah. Produk Sapu Glagah khas asli Desa Majalangu sudah terkenal kualitasnya bahkan produknya sudah merambah ekspor pasar asia seperti ; Korea, Jepang dan China.

Proses produksi sapu glagah dimulai dengan memanen tanaman glagah. Kemudian tanaman glagah tersebut dijemur hingga kering. Setelah itu bunga glagah dipisahkan dari tangkainya (beset). Lalu glagah yang sudah dibeset diwarnai dengan pewarna batik berwana hijau dan dijemur hingga kering. Setelah itu diikat dan ditimbang sesuai dengan jenis sapu (unting) kemudian glagah tersebut di diikat dan dirapihkan pangkal glagah (gubeg), lalu dijahit (dikepang). Pengepangan kepala sapu glagah dilakukan sebanyak lima kali dengan tujuan untuk memperkuat ikatan glagah, sehingga menghasilkan kepala sapu yang kuat dan berkualitas. Proses terakhir dilakukan dengan pemasangan tongkat sapu yang berasal dari bambu ancui. Pemilihan bambu ancui dikarenakan diameter bambu yang tidak terlalu besar, sehingga ringan dan mudah pegang.

 

sapu glagah 1

Kami menggali apa yang sedang menjadi permasalahan ; salah satu disampaikan oleh ; Muhammad Fadhil (32), seorang Kepala Dusun Kaliayur yang sudah menggeluti usaha sapu glagah selama 15 tahun. Usaha tersebut sudah turun temurun hingga tiga generasi. Adapun harga pemasaran sapu glagah dipatok dengan harga kisaran Rp. 12.000,- sampai dengan Rp. 15.000,- . Hasil produksi sapu glagah dipasarkan ke Kudus dan Jepara. Sapu glagah yang kami produksi terkenal dengan ciri khas sapu glagah berwarna hijau. Sedangkan kepala sapu glagah yang di ekspor ke luar negeri mencapai kisaran harga Rp. 30.000,- sudah termasuk include tongkat sapu, pajak, dan beacukai. Biasanya pemasaran untuk yang eksport sudah sampai ke Jepang, China, dan Korea, tutur Fadhil .

Dalam Hal Pemasaran Ekspor produk Sapu Glagah Majalangu , produsen Sapu Glagah lokal masih bergantung akses pasarnya ke tengkulak tengkulak besar, yang itu kebanyak tengkulak dari luar Kabupaten Pemalang seperti Purbalingga dan sekitar. kondisi tersebut menjadikan produsen sapu glagah dalam hal ini masyarakat lokal Majalangu sangat bergantung baik dari pemasarannya ataupun harga jual.

sapu glagah 2

Komoditas yang satu ini memang menjadi pilihan utama bagi masyarakat Majalangu untuk mengais rupiah. Sebab, sapu ini sangat mudah untuk dijual ke pasaran serta memiliki tingkat kualitas yang tinggi dan ramah lingkungan. Dengan kekhasan serta keunggulan sapu glagah,

Kemudian juga ada Prestasi ; Presiden RI Soeharto pernah memberikan penghargaan kepada Bapak Sopan Casnuri.

Administrator

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *